Example 468x60

Nuansa Adat Kutai Mewarnai Pengukuhan MPW LKK Balikpapan

Ketua Dijabat Yantovia Ganjang, Sekretaris Burhan, Ketua Harian Ferdy Sinau, Wakil Ketua Rudi Dengah dan Bendahara Firdaus Tahir

KENTAL NUANSA ADAT: Prosesi Adat Tepung Tawar oleh kerabat kesultanan, Pangeran Mangku Patih mewarnai Pengukuhan Kepengurusan MPW LKK Balikpapan Periode 2025-2027 di Hotel New Benakutai, Sabtu (29/11/2025).

Tanahborneoku.com, BALIKPAPAN– Kepengurusan Markas Pengurus Wilayah (MPW) Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kota Balikpapan periode 2025–2029 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi pelantikan yang kental dengan nuansa adat Kutai, di Ballroom Hotel New Benakutai, Sabtu (29/11/2025) malam.

Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin didaulat melantik Yantovita Ganjang sebagai Ketua MPW LKK Kota Balikpapan, didampingi Burhan sebagai Sekretaris MPW, Ferdy Sinau sebagai Ketua Harian, Rudi Dengah sebagai Wakil Ketua dan Firdaus Tahir sebagai Bendahara.

Prosesi pengukuhan semakin sakral dengan dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Adji Mohammad Arifin yang didampingi istri tercinta Ratoe Praboe Ningrat.

Terlebih lagi usai pelantikan dan penyerahan bendera petaka, terdapat prosesi Tepung Tawar oleh kerabat kesultanan, Pangeran Mangku Patih.

Turut menyaksikan perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan yang diwakili Kepala Kesbangpol, Sutadi. Tamu undangan serta ratusan kader LKK dari Balikpapan maupun perwakilan kabupaten/kota se-Kaltim juga memadati lokasi kegiatan.

SAKRAL: Prosesi Pengukuhan Kepengurusan MPW LKK Balikpapan Periode 2025-2027 yang dipimpin Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin di Hotel New Benakutai, Sabtu (29/11/2025).

Kepada media, ketua terpilih Yantovita menyampaikan, saat ini LKK Balikpapan memiliki 1.642 anggota terdaftar yang tersebar dalam 123 ranting, 7 MPC, serta 3 organisasi sayap.

Kendati demikian, dirinya menegaskan bersama pengurus LKK akan terus memperkuat peran organisasi dalam membangun daerah, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami ingin masyarakat Kutai berperan lebih besar dalam pembangunan IKN, bukan hanya menjadi penonton dirumah sendiri,” ujarnya.

“Seharusnya, adat dan budaya Kutai harus hadir dalam proses pembangunan disegala bidang, sehingga nilai-nilai adat istiadat Kutai diakomodasi secara nyata,” sambungnya lagi.

Yantovita juga berharap LKK dapat diterima masyarakat sebagai organisasi yang aktif bergerak di bidang sosial, termasuk penanggulangan bencana, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai elemen.

“Kami berharap masyarakat secara luas bisa menerima kami sebagai salah satu ormas yang sejatinya untuk bekerja untuk masyarakat, seperti bekerja di bidang sosial, penanggulan bencana dan kegiatan sosial lainnya. Harapan kami, masyarakat juga bisa berkolaborasi dengan kami,” ungkapnya.

PROSESI PENGUKUHAN: Usai dilantik, Pengurus MPW LKK Kota Balikpapan Periode 2025-2029 abadikan momen kebersamaan dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Adji Mohammad Arifin yang didampingi istri Ratoe Praboe Ningrat.

Sementara itu, Ketua Umum LKK, Muhammad Husni Fahruddin, menekankan pentingnya peran LKK sebagai pemersatu. Ia menyebut Balikpapan adalah kota yang heterogen, sehingga LKK harus menjadi wadah yang menyatukan berbagai suku, agama, ras, dan golongan.

“Kehadiran LKK harus mampu menghilangkan friksi dan mempersatukan perbedaan. Semua elemen harus bersatu untuk berkarya dan membangun Balikpapan,” pesannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum pengurus baru untuk memperkuat organisasi serta memperluas kiprah LKK dalam pembangunan di Balikpapan dan Kalimantan Timur. (*/dwn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *